×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

dulmyid - Informasi Terkini

Iklan

Candil Kuya

Tag Terpopuler

Menyoal Vaksinasi Anti Corona

Selasa, 19 Januari 2021 | Januari 19, 2021 WIB

Kebijakan pemerintah untuk vaksinasi anti Corona sudah diputuskan dan sedang dilakukan. Ini bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga tujuan nya sungguh mulia yakni melindungi dan menjamin keselamatan segenap masyarakat bangsa ini. Fakta pandemi covid19 sudah jelas dan menelan korban di berbagai belahan dunia. Sekarang masih berlangsung dan tidak tahu kapan habisnya. Tidak ada manusia yang mau mati akibat pandemi covid19 atau penyakit lainnya.

Di media sosial dan perjumpaan langsung, tersebar berbagai pendapat, komentar, tanggapan terhadap kebijakan pemerintah untuk melakukan vaksinasi anti corona. Vaksinnya dibeli dari beberapa negara, dengan berbagaia alasan. Ada banyak soal yang mengkhawatirkan. Misalnya keamanan vaksin, hubungan dengan negara asalnya vaksin, kemungkinan ada unsur membahayakan kesehatan dalam vaksin, efek samping dari vaksin, dan masih banyak hal lain. Jika diperdebatkan, maka tidak pernah selesai. Alasan dasarnya adalah rasa sayang kepada kehidupan masing-masing, dan keluarga. Alasan praktisnya anra lain karena perbedaan pemahaman, informasi dan kepentingan, juga bedanya kewenangan dalam kehidupan bersama.

Menurut saya, kita perlu kembali ke hal prinsip tentang asal usul kehidupan masing-masing diri kita. Lahirnya kita, hidup kita dan alam ini bukan karena vaksin. Diri kita pun tidak hanya otak dan badan. Kita juga punya aspek lain yakni hati nurani dan jiwa kita. Karena itu, ada kekuatan yang bisa diandalkan dan digunakan untuk menjamin keamanan dan keselamatan hidup. Ongkosnya murah bahkan gratis. Itulah DOA, Doa secara adat budaya dan iman agama masing-masing. Untuk Ita Ata wolet - ata tawa tana' Krowe Nuhan Naga Sawaria, ada prinsip 'puhe oha jajin' - mati hidup sudah ada perjanjian Sang Pencipta dan leluhur. Kita punya Watu Mahang untuk berdoa secara adat agar leluhur menjadi penolong dan perantara kita kepada Sang Pencipta, dalam segala suka duka hidup. Doa kita adalah 'neni not, piong tewok, wae heleng, Pue sera' - memohon, sesaji sembah, membuat pembelaan dan deklarasi keyakinan, agar yang baik dan menyelamatkan kehidupan diberikan kepada kita, sedangkan yang membahayakan dan merugikan kehidupan dijauhkan. Secara iman Kristiani, ada Doa Rosario, dan devosi lainnya, juga sakramen yang disediakan, agar menjadi sumber keselamatan dalam ziarah kehidupan. Masalahnya, apakah kita masih yakin dan percaya dengan Doa ? Apakah kita lebih percayakan hidup melalui medsos dan berbagai perdebatan yang tak ada ujung ?

Seingat saya, pada awal terjadinya pandemi covid19, ada inisiatif melakukan ritual - doa Adat di berbagai kampung / komunitas adat budaya. Apakah masih diyakini dan mau dilaksanakan lagi ? Doa dan ritual keagamaan juga dilaksanakan, apakah masih percaya dengan kebesaran kuasa ALLAH kita dalam masing-masing agama ?  

Usul saya adalah, ketika adanya kebijakan vaksinasi, kita tetap hadapi dan ikuti dengan Doa, penyerahan dan keyakinan secara Adat maupun iman. Kepada para leluhur (secara pribadi, keluarga, suku dan bersama se-komunitas adat), kita mohonkan agar leluhur dan Sang Penguasa Bumi Langit menjauhkan segala hal jahat dan membahayakan, jika ada dalam vaksin, sehingga yang masuk dalam tubuh ketika disuntik hanya zat yang aman, baik dan menyehatkan. Ujud yang sama kita bawakan dalam Doa sesuai iman agama kita masing-masing. Kita juga mendoakan para pejabat negara dan petugas medis agar sungguh dikuasai Roh Allah dan didampingi para leluhur, sehingga sungguh melakukan rugas pengabdian kepada bangsa ini, melayani rakyat demi keselamatan hidup semuanya.

Allah Sang Pencipta - Pemilik dan Penyelenggara Kehidupan yang harus diandalkan, tempat berlindung, tempat memohon dan diandalkan. Bukan perdebatan menurut selera dan keegoisan masing-masing, apalagi saling curiga dan mempersalahkan; baik dalam perjumpaan sehari-hari, maupun lewat postingan di berbagai media informasi zaman now. Hasil yang sedang menguasai pikiran dan perasaan saat ini adalah pertarungan argumentasi, perdebatan kusir, saling mempersalahkan dan mencurigai dan lahirnya kecemasan serta ketakutan; yang pada gilirannya menjadi wabah pandemi yang lebih ganas dari covid19.

Semoga bisa menjadi bahan refleksi bersama dan bermanfaat.

Penulis : Simply da Flores

Editor : Martin Uung

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS