×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

dulmyid - Informasi Terkini

Iklan

Candil Kuya

Tag Terpopuler

Tiga Gelombang Besar di Indonesia

Jumat, 30 April 2021 | April 30, 2021 WIB


Dalam sejarah perjalanan perjuangan bangsa di setiap negara berbeda_beda dan tidak sama, baik dalam sejarah konfrontasi melawan dan mengusir kolonial penjajah untuk mencapai kemerdekaan maupun sejarah perjuangan mengisi kemerdekaan paska diraihnya kemerdekaan, tidak terkecuali bangsa Indonesia. Ada tiga gelombang besar sejarah politik yang menggoncang bangsa Indonesia yaitu :
 
1. Kolonialisme dan Imperialisme.
 
Heroik perjuangan revolusi fisik melawan dan mengusir kolonial penjajah dari bangsa Eropa Belanda, Portugis dan Jepang yang telah berlansung selama ratusan tahun mencengkeram, menindas dan menghisap bangsa Indonesia dengan mempekerjakan rakyat secara paksa untuk menjarah kekayaan alam, rempah_rempah dan menguasai perekonomian. Selama masa penjajahan tidak terhitung berapa banyak rakyat yang hidup dalam penderitaan kemiskinan dan meninggal dunia karena kelaparan. Di dalam perjuangan revolusi fisik untuk meraih kemerdekaan bangsa Indonesia tidak sedikit para ulama dan pejuang kemerdekaan yang telah dipenjarakan dan menumpahkan darah di medan perang gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa dalam melakukan perlawanan dan mengusir penjajah.
 
Walaupun bangsa Indonesia telah mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 di bawah pemerintahan proklamator Soekarno_Hatta dan telah dimulainya pondasi pembangunan bangsa yang ditandai dengan nasionalisasi seluruh aset_aset bangsa Indonesia yang pernah dikuasai oleh kaum penjajah, dan arah tujuan pembangunan pada terwujudnya cita_cita luhur kemerdekan yaitu negara berkesejahteraan (welfare state) sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan berdikari terlepas dari campur tangan asing. Akan tetapi belum sepenuhnya dapat terlaksana dengan baik karena masih diwarnai berkecamuknya pengkhianatan bangsa berbentuk gerakan separatis bersifat lokal kedaerahan PRMS, NII, DI/TII, PRRI, dll. Sesuai fakta semua gerakan separatis tersebut bekerjasama, disokong dan disupply logistik dan persenjataan oleh konspirasi imperialis kapitalis Amerika Serikat dan Barat untuk merongrong pemerintahan NKRI dibawah kepemimpinan presiden Soekarno.
 
2. Pembentukan Rezim Penguasa Boneka.
 
Keberadaan gerakan separatis PRMS, NII, DI/TII, PRRI, dllnya adalah merupakan konsulidasi politik konspirasi Amerika Serikat, CIA dan Barat untuk persiapan melahirkan rezim boneka. Melalui pengkhianatan kudeta konstitusional yaitu pengkhianatan terlegitimasi dalam bentuk rezim kekuasaan yang disebut rezim orde baru. Kelahiran orde baru dirancang dan diarsiteki sepenuhnya oleh kepentingan konspirasi imperialis kapitalis Amerika Serikat, CIA dan Barat. Dengan ditandai ground breaking (peletakan batu pertama) sistem perekonomian kapitalis Barat di Indonesia secara total untuk tujuan penguasaan perekonomian secara masif, sistemik dan terstruktur melalui penggulingan Soekarno dari kursi kepresidenan sekaligus mendaulat Soeharto sebagai penguasa boneka. Yang sebelumnya telah didahului dengan politik adu domba secara sempurna berhasil memecah belah komponen kekuatan bangsa dan menjadikan komunis sebagai musuh bersama, serangkaian agenda peristiwa huruhara politik berdarah yang menelan korban ratusan ribu bahkan jutaan nyawa anak bangsa yang dikemas dengan G30S/PKI.
 
Pengambil alihan kekuasaan di luar kewajaran dan tidak semestinya terjadi bagi bangsa Indonesia yang telah merdeka, memiliki sistem demokrasi, berbudaya adiluhung dan adat istiadat ketimuran. Rezim boneka orde baru adalah rezim otoriter yang penuh berlumuran darah anak bangsa. Selama berkuasa hanya disibukkan mempertahankan kekuasaan, kolusi, nepotisme, korupsi memperkaya diri dan kepentingan konspirasi imperialis asing yang telah menyokong dan menopangnya, sementara kepentingan rakyat terabaikan begitu saja.
 
3.New Orde Baru atau New Soeharto.
 
Kenapa di pemerintahan presiden Jokowi terjadi kegaduhan politik sabotase, pembangkangan, perlawanan dan usaha makar untuk menjatuhkan presiden Jokowi di tengah jalan. Karena presiden Jokowi adalah pemimpin berkarakter nasionalis relegius berkebangsaan yang kuat, sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat, bangsa dan negara Indonesia. Presiden Jokowi memimpin dan mengelola pemerintahan dengan baik, transparan, akuntabel dan konsisten melakukan pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh siapapun tidak pandang bulu.
 
Pemerintahan presiden Jokowi melakukan penyisiran dan pengambilalihan aset_aset negara yang telah dikuasai oleh keluarga dan kroni rezim orde baru dan menasionalisasi seluruh aset yang telah "dikuasakan dan diserahkan" oleh rezim orde baru kepada konspirasi imperialis kapitalis asing untuk dimanfaatkan sepenuhnya bagi kepentingan kesejahteraan rakyat.
 
Pemerintahan presiden Jokowi juga melaksanakan pembangunan Indonesia sentris yaitu pembangunan infrastruktur dalam skala besar di berbagai lini sektor strategis merata diseluruh wlayah tanah air secara transparan, efektif dan efisien, di samping sebagai percepatan dan pemerataan pembangunan yang dapat segera dinikmati oleh rakyat, telah terbukti ampuh mampu mengikis, mengamputasi dan menghancurkan seluruh matarantai kepentingan AS, Barat dan oligarki rezim orde baru.
 
Dengan segala cara konspirasi imperialis AS dan Barat bersama kekuatan oligarki rezim orde baru melakukan manuver politik perlawanan, propaganda mendaur ulang isu kebangkitan PKI untuk melahirkan new orde baru atau new Soeharto dengan berusaha merebut kekuasaan dari pemerintahan presiden Jokowi, dan ingin kembali menduduki tampuk kekuasaan demi keberlangsungan kepentingan menguasai perekonomian dan sumber daya alam Indonesia. Walau kenyataanya dibawah pemerintahan presiden Jokowi yang cerdik dan pandai, rakyat Indonesia dapat menyaksikan bahwa kesemuanya telah  mengalami kegagalan dan kandas di tengah jalan.
 
 
Penulis : Bisri Musthafa
Tulisan menjelang Hari Pendidikan Nasional 02 Mei 2021

×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS